Senin, 23 Agustus 2010

renungan lansia - 3 "Menjaga Hati dan Mulut"

KHOTBAH PERSEKUTUAN USINDA
GKI CITRA I
Jumat, 12 Februari 2010
Pk. 16.00
Hidup Sehat 2: Menjaga Hati dan Mulut
FT: Yak 3:3-11; Markus 7

Tujuan:
  1. Usinda memahami tubuh yang sehat juga bergantung kepada jiwa yang sehat, dapat menjaga hati dan mulut
  2. Usinda memahami apa yang dimaksud inner beauty khususnya yang berkaitan dengan usia lanjut seperti berpikiran positif, berkata positif

Pembukaan:
v  Penjelasan tema! Tema kita hari ini ”menjaga hati dan mulut” . kira-kira apa pelajaran yang dapat kita petik??? Begitu mungkin pertanyaan kita...oke....1st --> saya mulai dengan menjaga mulut --> Pernahkah oma, opa, bpk, ibu mendengar lagu anak sekolah minggu yang syairnya berbunyi demikian:

Hati-hati gunakan mulutmu....
hati-hati gunakan mulutmu...
karena Bapa di Sorga s’lalu lihat ke bawah,
hati-hati gunakan mulutmu..
(nyanyi bersama)

v  Kira-kira apa maksud syair lagu ini? Tentu saja melalui syair lagu ini kita diajak untuk berhati-hati dalam menggunakan mulut kita...

v  Pertanyaannya adalah karena apa kok kita harus berhati-hati dalam menggunakan mulut kita? Karena tanpa kita sadari seringkali kita dalam praktiknya kurang atau malah tidak berhati-hati dalam menggunakan mulut kita.... seringkali kita mengucapkan segala sesuatu yang negatif dari mulut kita... kita berkata-kata seenaknya...mungkin berkata kasar.... mengejek... menjelek-jelekan...atau kalau meminjam bahasa infotainment sekarang, digunakan pula untuk membicarakan orang lain.... istilah lainnya bergossip, dan lain sebagainya...melalui mulut kita...

v  Memang, tanpa disadari, inilah yang kerapkali terjadi dalam kehidupan kita....saya sampai terperanjat pernah menemukan ibu-ibu yang ketika membeli sayur dari tukang sayur di depan komplek perumahan...beli sayurnya mah sebentar, ehh membicarakan orang lainnya/gossipnya yang lama.... pernah menemukan? Belum berhenti hingga di situ saja à sampai ada sebuah jokes/cerita lucu dari salah seorang pendeta (ini saya dengar di khotbah umum sini beberapa waktu yang lalu, bulan oktober kalau tidak salah) katanya kalau bergossip kalimatnya hanya 2: yang pertama ”Eh Eh tau ngga...” lalu yang kedua setelah gossip selesai ”sst...jangan bilang siapa-siapa yaa”  

v  Mungkin ketika melihat pemaparan ini..kita tersenyum...namun ternyata ini yang terjadi..kalau kita tidak berhati-hati menjaga mulut kita, bahaya juga...begitu kurang lebihnya... =) oleh karena itu tema kita hari ini mengingatkan kita untuk menjaga mulut kita dan juga hati kita karenanya keduanya terkait satu sama lain.... ^^

v  Ada sebuah bagian Firman Tuhan yang mengingatkan kita tentang hal ini....mari kita baca: YAKOBUS 3:3-11 judul perikop: ”Dosa Karena Lidah”

Apa yang ditekankan dalam Yakobus?
-     Dengan sangat jelas...bila melihat judulnya pun kita langsung dapat melihat bagaimana bacaan kita hari ini memberikan penjelasan mengenai lidah sebagai alat yang menolong kita untuk berbicara. Lalu apa yang dituliskan oleh Yakobus mengenai lidah ini??

-     Secara menyeluruh perikop kita ini menekankan bagaimana kita harus berhati-hati dan menjaga dengan baik lidah dan apa yang dikeluarkan/diucapkan melalui lidah tersebut, karena seperti ayat-5 katakan ”walaupun merupakan anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar” kelihatannya lidah itu memang kecil à bahkan disini ’kecil’ diumpamakan dengan  kekang untuk kuda dan kemudi untuk kapal laut (sepertinya kecil tetapi mempengaruhi jalannya kuda/kapal laut itu)à kedua contoh ini sesungguhnya hendak memperlihatkan/ menggambarkan bagaimana sebab yang kecil itu dapat mempunyai akibat yang besar...demikian juga lidah kita.... mulut kita.....yang kecil itu memberikan pengaruh yang begitu luar biasa.....  ^^

-     Justru dari yang kecil itulah dapat keluar segala hal.... kalau kita mencermati ayat ke-9 dan 10 à ini semakin jelas...dengan lidah kita dapat memuji Tuhan....berkat dapat keluar dan dirasakan...; namun di lain pihak dengan lidah kita juga dapat mengutuk manusia....keluar kata-kata kutuk/negatif sifatnya.... contoh konkretnya...kita lagi kesal dengan seseorang....lalu ketika orang tersebut sakit...atau menghadapi masalah.....dll...kita langsung berkata...syukurin...dulu sih dia begitu sama saya.... wah senjata makan tuan....

-     Ada sesuatu yang bertolak belakang sifatnya di sini.... lidah manusia umumnya dapat dipergunakan, disalah artikan, untuk memegahkan diri/menyombongkan diri, dan ini tentu merupakan hal yang harus dihindari pada kenyataannya. Namun sebaliknya dengan lidah kita dapat memuji orang lain..misalnya memuji PS Sola Gratia kalau nyanyi indah...merdu suaranya...atau memuji oma/opa wahh sudah tua tapi semangat datang ke persekutuan..dlsb...itu dapat dilakukan dengan lidah kita...perkataan kita....

-     Saya sangat sepakat dengan apa yang dituliskan dalam Yakobus ini à bagaimana lidah diumpamakan sebagai api, dan di antara anggota tubuh dapat menodai seluruh tubuh dan membakar roda kehidupan kita. Sehingga kalau kita sudah mendapatkan pemahaman demikian, kita diingatkan harus berhati-hati dalam berkata-kata...dalam menjaga mulut kita...begitu kira-kira kurang lebihnya! =) itu point pertama yang kita dapat petik...belajar dan diingatkan senantiasa untuk menjaga mulut kita....apalagi kalau kita merenungkan...sebenarnya kita sepatutnya bersyukur...kenapa? karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat berbicara.. yang juga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain, beda dengan makhluk hidup yang lain....oleh karenanya kita diajak untuk terus menjaga mulut kita...berkata-kata positif.... justru perkataan yang membangun tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

v  Terkait dengan yang pertama...melengkapi hal tersebut...menjaga mulut...lidah kita...maka hal berikutnya yang juga penting adalah menjaga hati.... kenapa penting saudara2? Karena seperti apa yang Firman Tuhan sampaikan dalam Markus 7:1-23....itu adalah kisah tentang ”perintah Allah dan adat istiadat Yahudi yaitu tentang pembasuhan tangan sebelum makan.....”

v  Uraian singkatnya demikian: jadi kondisi yang terjadi kala itu : orang Farisi dan ahli Taurat bertanya mengapa murid-murid Yesus tidak membasuh tangan sebelum makan, karena itu berarti menyalahi ketentuan yang berlaku dalam adat istiadat nenek moyang waktu itu à dan Yesus merespon mereka dengan ayat ke-6.... Yesus menegur mereka dan mengatakan bahwa mereka seperti orang munafik.... mengutamakan apa yang kelihatan...bagi Yesus yang utama adalah hati seseorang..... berbicara tentang hati à secara spesifik diuraikan pada ayat 17-23... --> dituliskan bahwa dari hati bisa keluar hal-hal yang negatif...seperti:


o      Pikiran jahat....
o      percabulan...
o      pencurian....
o      pembunuhan...
o      perzinahan.....
o      keserakahan...
o      kejahatan.....
o      kelicikan.....
o      hawa nafsu.....
o      iri hati...
o      hujat....
o      kesombongan bahkan kebebalan....

v  Memang hati dipahami sebagai pusat kehidupan seseorang ketika itu...jadi apa yang keluar dari hati itu sangat menentukan!!!! Itu pula yang Yesus tegaskan di sini...penting untuk memperhatikan hati kita...dan apa yang keluar darinya....

v  Kalau kemudian ditarik hubungannya atau relevansinya dengan kehidupan kita khususnya para usinda....lansia di tempat ini..... maka ini pula yang menjadi sebuah hal penting untuk kita terus ingat dalam kehidupan kita....tidak hanya menjaga mulut dan apa yang menjadi perkataan kita....saat ini pun kita diajak untuk menjaga hati kita....khususnya dari berbagai pikiran yang mungkin negatif....yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan...namun sebaliknya kita diajak untuk terus berpikiran positif.... berpikiran baik... memandang segala sesuatu dengan positif....

v  Dalam praktiknya mudah? Tentu saja tidak.... mungkin kita masih memiliki rasa iri dengan orang lain....karena apa? Dia lebih A, B, C, dll...lebih sehat...ngga seperti saya sakit-sakitan...dll.... atau kita masih memiliki kekesalan dengan orang lain... dia kok begitu ya terhadap saya? Kesal karena sudah lama kok tidak dikunjungi oleh anak, menantu, cucu......mulai berpikir wah saya sudah tidak diingat lagi... mereka sudah tidak sayang... ngga peduli.... dlsb..pikiran kita yang muncul di sini..... akhirnya hati kita yang mulai dipenuhi dengan pikiran negatif.... =)

v  Kalau ini yang terjadi maka kita gagal menjaga hati...memang masa kita khan masa usia lanjut yang terkadang kesepian...namun bukan kemudian berarti kita kesal kalau tidak ada yang mengunjungi.... karena kita juga harus memahami anak-anak, menantu, bekerja dan memiliki aktivitas masing-masing....kalau kita berpikiran positif maka kita akan melihat segala sesuatunya dalam sudut pandang positif... ini yang kemudian menjadi bagian dalam hidup kita yang perlu kita pelajari dan ingat terus menerus.....

  



Tuhan memberkati kita semua.
AMIN.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar