Senin, 23 Agustus 2010

Khotbah Faset-Yohanes 3:16

KHOTBAH IMPRESIONIS (Yohanes 3:1-18)

Kar’na begitu besar, kasih Allah pada kita
Hingga dib’rikanlah, Anak-Nya yang Tunggal
Supaya yang percaya, tak’kan binasa
M’lainkan b’roleh hidup kekal ..

Jikalau mendengar syair dalam lagu ini, sontak saja kita sekalian pasti akan mengingat sebuah ayat dari Injil Yohanes, dalam Yohanes 3:16....ayat yang sudah sangat akrab di telinga kita...bahkan, kebanyakan dari kita pun tentu sudah hafal ayat ini.
            Yohanes 3:16.  Saya mengajak kita sekalian untuk menelusuri setiap bagian yang terdapat di dalamnya.  Ada 3 hal penting yang patut kita perhatikan:

1.      ”KARNA BEGITU BESAR KASIH ALLAH PADA KITA...”
v  Bagian pertama ini jelas memberikan fokus pada Kasih Allah (Agape) yang begitu besar kepada setiap manusia, tanpa terkecuali.  Kita memang mengenal beberapa jenis kasih, misalnya saja kasih Eros (kasih yang terjadi antara pasangan pria dan wanita, dan menuntut timbal balik di dalamnya), Filia (kasih pertemanan), Storge (kasih persaudaraan, yang umumnya terjadi dalam kehidupan keluarga), serta kasih Agape, yang menekankan pada relasi dengan Tuhan.  Kasih Agape inilah yang dengan sangat jelas terdapat dalam Yohanes 3:16. 
v  Kasih Allah tidaklah terukur oleh manusia.  Begitu besar kasih Allah akan dunia ini”, hal ini berarti bahwa tidak ada seorang pun yang dapat merumuskan atau mengukur perkataan “begitu”.  Memang, ada beberapa dimensi atau ukuran dari kasih itu, yang tak terukur oleh manusia, misalnya saja luasnya, panjangnya, dalamnya, maupun juga tingginya yang menakjubkan.  Pernyataan “begitu besar kasih Allah akan dunia ini”, jelas diarahkan bahwa kasih Allah tidak terbatas pada daerah sempit Palestina ataupun Yahudi, namun melimpah kepada orang-orang berdosa maupun orang kafir juga.  Kasih Allah merupakan prinsip dinamis bagi keselamatan dunia, dan inilah hal pokok yang harus diperhatikan oleh kita.   


2.      ”SEHINGGA DIBRIKANLAH ANAKNYA YANG TUNGGAL...”
Point 2 ini merupakan kelanjutan dari bagian pertama atau bagian sebelumnya.  ”SEHINGGA DIBRIKANLAH..”, ini merupakan wujud kasih Allah yang sedemikian besar itu kepada setiap kita.  Kasih itu tidak mementingkan diri sendiri, melainkan bersifat memberi.  Ia memberikan Anak-Nya yang Tunggal, yang tentu saja dalam hal ini ditujukan pada sosok dan pribadi Yesus Kristus, yang telah wafat di kayu salib, berkorban untuk keselamatan umat manusia yang berdosa.  Allah tidak merasa sayang untuk memberikan apa YANG PALING BAIK/ TERBAIK, yang ada pada-Nya.  Inilah sesungguhnya karya nyata Allah yang diberikan kepada setiap kita.

3.      ”SUPAYA SETIAP ORANG YANG PERCAYA TIDAK BINASA, MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL”
v  Bagian terakhir ini juga merupakan bagian yang penting dan menjadi lanjutan dari apa yang dituliskan sebelumnya.  ”Supaya setiap orang...” hendak menyatakan bahwa keselamatan dari Allah itu dapat dimiliki oleh siapa saja.  Keselamatan bukanlah untuk satu bangsa atau untuk orang-orang yang mempunyai kedudukan tertentu, melainkan untuk semua orang yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.  Tidak hanya itu, hal essensial yang juga sangat penting untuk terus diyakini adalah bahwa keselamatan itu diberikan secara ”gratis”/ “cuma-cuma”.  Sesuatu yang gratis pasti sangat menarik bukan? Tetapi, penting untuk diperhatikan bahwa sesuatu yang gratis ini tentu membutuhkan respons kita, apakah kita mau menerimanya atau justru menolaknya.  Hanya kita yang dapat memilih dan menentukan sikap kita secara pribadi. 
v  “Melainkan beroleh hidup kekal”, hidup kekal inilah yang ingin diberikan oleh Allah kepada setiap orang yang menjadi miliknya.  Ini juga relevan dengan apa yang dituliskan dalam I Yohanes 3:1, yang menuliskan demikian: “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita...” 

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.....
Allah sungguh mengasihi kita...kasih-Nya tanpa batas, tanpa memandang apapun dan siapapun..Kasih-Nya sungguh nyata melalui pengurbanan yang dilakukan-Nya...
Tak dapat dipungkiri saudara, bahwa kasih harus bersedia untuk berkurban...
Akan tetapi dalam realitasnya, hal inilah yang tidak mudah untuk dilakukan...Terkadang, kecenderungan yang muncul adalah kita bersedia untuk mengasihi, karena (ada alasannya) kita menuntut sesuatu...karena menuntut timbal balik....Hal ini tidak tepat, karena kalau demikian kasih itu hanyalah kepura-puraan semata....kasih itu tidak tulus untuk dilakukan....Sungguh disayangkan kalau demikian yang justru malah terjadi...

Saudara-saudara, umat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus........
Apa yang dituliskan Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 pada kita hari ini sungguh sederhana....Melalui Firman Tuhan hari ini kita senantiasa diingatkan kembali bahwa Allah mengasihi setiap kita, tanpa terkecuali...Jangan pernah ragu akan kasih yang diberikan Allah kepada kita....Justru, kita harus yakin dan percaya bahwa itu sungguh nyata..itu sangatlah konkret....

Apa perwujudan kasih Allah itu? Oh, dengan tegas kita harus mengatakan bahwa wujud kasih Allah itu tampak dalam kemanusiaan Yesus.  Wujud kasih Allah itu nyata melalui diri Yesus Kristus, Anak Tunggal-Nya datang ke dunia untuk menyelamatkan setiap kita yang percaya kepada-Nya...

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah lalu apa dan bagaimana respons kita? Apakah kita bersedia menerima “uluran” keselamatan itu dengan iman percaya kita kepada-Nya, atau justru malah sebaliknya?

Ketika kita menyatakan iman percaya kita kepada-Nya, tentu kita pun akan memelihara relasi / hubungan kita dengan Allah, dan tidak berhenti hingga di sini, pada akhirnya, kita pun siap untuk bersaksi dalam setiap hidup kita, hari lepas hari.....Kita menampilkan sikap hidup yang positif dan terus-menerus mengalami pembaharuan hidup ke arah yang lebih baik lagi....

Saudara....Inilah tantangan dan pergumulan kita saudara...Kita yang diberi kesempatan untuk memilih hal itu... Lalu apa pilihan kita? Hanya kita yang mampu menjawab pertanyaan dan pergumulan ini secara pribadi...
Tuhan Yesus Memberkati kita sekalian.
AMIN




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar